Digital Marketing Belajar Apa Saja? Ini Contoh Penerapan Strategi Digital Marketing

Berbicara tentang belajar digital marketing atau pemasaran digital memang sangat menarik untuk dibahas ya, apalagi untuk era seperti di saat posisi internet sudah menjadi kebutuhan primer atau pokok untuk sebagian besar orang. Lantas apa saja yang dipelajari di digital marketing? Mari belajar bersama!




Banyak yang mengatakan kalau digital marketing terbukti cukup ampuh untuk menjalankan berbagai bisnis saat ini baik bisnis jasa maupun bisnis produk nyaris produk apapun.

Digital Marketing adalah suatu usaha untuk mempromosikan sebuah merek dengan menggunakan media digital (internet, jaringan telepon) yang dapat menjangkau konsumen secara tepat waktu, pribadi dan relevan. 

BACA JUGA:


Tentu jika kita ingin memasuki dunia digital marketing atau pemasaran digital banyak hal yang harus dipelajari agar target atau konsumen yang akan kita tuju bisa tersampaikan secara maksimal dan mendapatkan banyak respons.

Bahkan manfaat yang bakal didapatkan dari digital marketing juga terbilang cukup banyak loh, seperti :

1. Fleksibel
Fleksibel dalam digital marketing yang dimaksud adalah bisa digunakan untuk mempromosikan semua jenis bisnis, baik bisnis jasa maupun produk. Bahkan banyak yang menyediakan digital marketing dari yang berbayar hingga yang gratis. 

2. Jangkauan luas
Tidak dapat dipungkiri bahwa internet kini telah menjadi kebutuhan yang cukup penting untuk sebagian besar masyarakat ini juga meningkatkan potensi setiap pelaku digital marketing bisa mendapatkan konsumen lebih banyak daripada marketing konvensional.


3. Lebih terukur
Bahkan kita lebih mudah untuk bisa memantau tingkat progresif dari setiap promosi iklan yang dilakukan.

4. Konsumen atau audience spesifik
Tidak menutup kemungkinan bahwa setiap produk atau jasa pasti memiliki target pemasaran mereka masing-masing seperti halnya usia maupun gender, dalam hal ini dengan menggunakan diketahui marketing akan dimudahkan untuk bisa mendapatkan konsumen atau ardians yang lebih spesifik sesuai dengan target pemasaran.

Lalu bagaimana cara kita untuk memulai menjadi digital marketer atau menjalani profesi digital marketing? Yuk kita simak ulasannya.


1. Tentukan buyer persona (target pembeli)
Untuk menganalisis target pembeli juga harus melalui reset berbagai hal.
Contoh : 
  • Target pasar 'Kopi Sabin' adalah pelajar dan para pekerja. 
  • Usia : 18-38 tahun
  • Area : Banjarnegara
  • Kisaran pendapat kotor : 10 juta.
2. Identifikasi kebutuhan target pasar
Dengan menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) melalui Twitter, Instagram maupun Facebook untuk mengetahui tingkat kepeminatan, kekurangn dari produk yang bakal di tawarkan.

3. Susunan marketing plan (rencana pemasaran)
Marketing plan atau rencana pemasaran dibuat agar produk yang bakal kita pasarkan atau tawarkan bisa mengalami progresif. Rencana yang dilakukan bisa dengan berbagai cara salah satunya yaitu dengan menerapkan promo atau diskon, membuat pertunjukan setiap malam minggu dan menganalisa tentang kunjungan konsumen atau pembeli.

4. Memanfaatkan berbagai media digital marketing
Memanfaatkan berbagai media digital marketing (WhatsApp Bisnis, Google Bisnisku, website, Instagram, TikTok, Facebook, Landing Page, SEO, SEM, Blog, Video marketing, dan affiliate marketing dan lain sebagainya)
Tentu untuk setiap media sosial dan digital marketing yang digunakan memiliki karakteristik masing-masing ya.


5. Gunakan tata cara penulisan copywriting yang menarik dan kreatif
Tidak kalah pentingnya dalam hal penulisan copywriting yang menarik dan kreatif agar bisa mencuri perhatian konsumen dan minat untuk membeli. Penulisan copywriting diusahakan tidak terlalu bertele-tele dan langsung bisa menggambarkan tujuan pemasaran.

6. Gunakan marketing tools untuk bisnis
Seperti halnya untuk saat ini seperti di WhatsApp bisnis tersedia fitur untuk bisa membalas secara otomatis untuk setiap pesan baru yang masuk. Bahkan upaya untuk membantu kinerja SEO juga telah tersedia.

7. Pahami metrik digital marketing dan evaluasi
Agar rencana marketing tepat sasaran tentu harus secara berkala melakukan evaluasi dan melihat seberapa besar traffic-nya, impresi, conversion rate dan metrik metrik lainnya.

Nah, apa saja yang dipelajari di Digital Marketing kini sudah terjawab. Apakah kalian sudah menerapkannya?

Sumber foto: TemanKerja.id